Mengenal FRP Tank dan Perannya dalam Industri Kimia, Energi, hingga Pengolahan Air
Tank merupakan salah satu equipment yang banyak ditemukan dalam fasilitas industri. Fungsinya dapat terlihat sederhana sebagai tempat penyimpanan cairan, tetapi dalam praktiknya sebuah tank harus dirancang berdasarkan berbagai faktor teknis.
Jenis fluida, kapasitas, temperatur, kondisi lingkungan,
karakter kimia, hingga kebutuhan proses menentukan material dan konstruksi tank
yang digunakan.
Untuk lingkungan tertentu, salah satu solusi yang dapat
dipertimbangkan adalah FRP Tank atau Fiber Reinforced Plastic Tank.
Material komposit FRP memungkinkan struktur tank direkayasa
dengan sistem resin serta reinforcement yang disesuaikan dengan kebutuhan
aplikasi.
Di Indonesia, GAJA Fiberglass atau PT Graha Adhi Jaya
Abadi menjadi salah satu produsen yang mengembangkan FRP tank untuk
berbagai kebutuhan industri.
Perusahaan menyediakan layanan mulai dari design and
engineering, manufacturing, hingga dukungan instalasi dan supervisi untuk
proyek tertentu.
FRP Tank untuk Lingkungan Industri
Salah satu alasan FRP digunakan pada tank industri adalah
kebutuhan menghadapi lingkungan yang berpotensi korosif.
Berbeda dengan storage tank sederhana, process tank dapat
berinteraksi dengan berbagai jenis chemical atau cairan proses.
Pemilihan resin system, ketebalan, reinforcement, nozzle,
support, dan struktur tank karena itu perlu dihitung berdasarkan kondisi
aktual.
Portofolio GAJA Fiberglass memperlihatkan penerapan FRP tank
pada beberapa industri berbeda.
Pada Matindok Gas Plant, perusahaan mengerjakan potable
water tank dengan volume sekitar 1.200 meter kubik, sulfur settler tank sekitar
228 meter kubik, serta air stripper column.
Pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa teknologi FRP dapat
diterapkan mulai dari kebutuhan penyimpanan air hingga process equipment pada
fasilitas energi.
Aplikasi pada Industri Pertambangan
Lingkungan pertambangan dan pengolahan mineral dapat
menghadirkan kondisi yang lebih kompleks.
Pada proyek Copper Smelter Plant di Wetar, GAJA Fiberglass
diminta menyediakan sejumlah FRP tank untuk lingkungan proses yang berkaitan
dengan sulfuric acid.
Equipment yang dibuat meliputi HCl tank, electrolyte
circulation tank, filter backwash surge tank, settler basin, dan primary mix
tank. Beberapa tank memiliki diameter hingga 12 meter, sedangkan settler basin
memiliki ukuran sekitar 18,5 meter x 12,5 meter.
Pekerjaan tersebut melibatkan desain dan engineering
berdasarkan ASME RTP-1 serta ASTM D3299, fabrikasi menggunakan filament
winding, dan instalasi di lokasi.
Contoh ini memperlihatkan pentingnya pendekatan engineering
dalam pembuatan FRP tank berukuran besar.
Digunakan untuk Industri Water Treatment
Pengolahan air juga merupakan salah satu sektor yang
membutuhkan tank dengan spesifikasi khusus.
GAJA Fiberglass pernah mengerjakan 15 unit FRP tank untuk
fasilitas produksi poly aluminium chloride atau PAC di Tangerang.
Masing-masing tank memiliki diameter sekitar 7,5 meter,
tinggi 10 meter, serta kapasitas 400 MT. Pekerjaan dilakukan mulai dari design
and engineering, on-site fabrication, sampai instalasi dan supervisi.
Kebutuhan fabrikasi langsung di lokasi biasanya muncul
ketika ukuran equipment membuat transportasi produk dalam kondisi utuh menjadi
tidak praktis.
Karena itu, kapabilitas on-site manufacturing menjadi salah
satu aspek yang perlu diperhitungkan pada proyek FRP berskala besar.
Panel Tank untuk Kebutuhan Air
Selain cylindrical FRP tank, terdapat pula sistem panel
tank.
Pada LNG Tangguh Plant di Papua Barat, GAJA Fiberglass
menyediakan FRP panel tank untuk mendukung kebutuhan penyimpanan air bagi lebih
dari 7.000 pekerja proyek.
Kapasitas storage yang dikerjakan mencapai 2.880 meter kubik
untuk tank besar, sementara beberapa tank lainnya berada pada rentang sekitar
250 hingga 980 meter kubik.
Panel tersebut diproduksi menggunakan teknologi Sheet
Molding Compound atau SMC.
Memilih FRP Tank Tidak Cukup Berdasarkan Ukuran
Dalam memilih tank industri, kapasitas bukan satu-satunya
parameter.
Pengguna perlu mengetahui karakter media yang disimpan,
specific gravity, temperatur, pressure atau vacuum condition jika ada,
lingkungan instalasi, hingga standar desain proyek.
Spesifikasi tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan
jenis resin, laminate construction, reinforcement, thickness, dan detail
mechanical lainnya.
Karena itu, konsultasi engineering menjadi langkah penting
sebelum proses manufaktur dimulai.
Pengalaman GAJA Fiberglass pada industri energi,
pertambangan, chemical, dan water treatment memperlihatkan bahwa FRP tank
dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan.
Namun keberhasilan aplikasinya tetap bergantung pada
pemilihan material, desain, proses produksi, quality control, serta instalasi
yang sesuai dengan kondisi operasi fasilitas.