Kades Bringinan Barno Raih Best Village Governance di Radar Madiun Awards 2026
Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Barno, berhasil meraih
penghargaan bergengsi Best Village Governance dalam ajang Radar Madiun Awards
2026. Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Aston Madiun Hotel and
Conference Center pada Selasa (29/9/2026).
Penghargaan ini diberikan atas dinilainya kepemimpinan
Kepala Desa Bringinan yang dinamis, terbuka, serta kaya akan inovasi tata
kelola pemerintahan desa yang berkelanjutan dan dirasakan langsung dampaknya
oleh masyarakat.
Dalam wawancara usai menerima penghargaan, Kepala Desa
Bringinan, Barno, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada
seluruh elemen warga Bringinan serta para pemangku kepentingan.
"Pertama, tentu terima kasih kepada seluruh masyarakat
Desa Bringinan, perangkat desa, serta stakeholder yang senantiasa mendukung.
Tanpa mereka, tentu penghargaan ini tidak akan ada. Terima kasih juga kepada
media dan Jawa Pos Radar Madiun atas apresiasinya," ujar Barno.
Barno mengungkapkan bahwa penilaian yang diraih desanya
bukan datang secara ujug-ujug, melainkan hasil dari deretan inovasi unik yang
telah berjalan konsisten dan berkelanjutan. Jika banyak program desa di tempat
lain sering kali terhenti di tengah jalan, Bringinan justru mampu menjaga
keberlangsungannya.
"Membuat program itu mungkin lebih mudah daripada
mempertahankannya. Di Bringinan, fokus utama kami adalah bagaimana
program-program yang sudah diciptakan ini bisa terus berjalan dan memberi
manfaat selamanya," tegasnya.
Beberapa inovasi unggulan Desa Bringinan yang menjadi
sorotan media dan tim penilai meliputi program Bayar PBB Pakai Pisang, yakni
inovasi warga membayar Pajak Bumi dan Bangunan menggunakan hasil bumi berupa
pisang. Ada pula gerakan Ayo Giat Menabung yang berawal dari pemuda-pemudi di
Rumah Baca Karang Taruna dan kini mendapat dukungan alokasi APBDes untuk
pengembangannya.
Selain itu, Desa Bringinan mengembangkan Sumur Pertanian
Terintegrasi yang dibangun dari dana desa APBDes dan dikelola oleh BUMDes untuk
menyokong kebutuhan pengairan lahan pertanian warga secara berkelanjutan.
Inovasi lain adalah Linmas Perempuan, yakni pemberdayaan peran perempuan dalam
sektor keamanan dan ketertiban desa melalui pembentukan serta pengerahan Linmas
perempuan.
Desa ini juga memiliki program Gembok Katresnan dan Kartu
Bringinan Sehat sebagai inovasi sosial dan layanan kesehatan desa yang
transparan serta menyentuh langsung kebutuhan warga. Pengelolaan BUMDes yang
aktif dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban secara rutin dan terbuka
setiap akhir tahun kepada masyarakat turut menjadi nilai tambah. Tak
ketinggalan, Desa Digital hadir melalui layanan administrasi permintaan surat
dan pencatatan administrasi kependudukan oleh warga melalui aplikasi online LISDYA.
Keberhasilan program-program inovatif ini tidak terlepas
dari alokasi dana desa (APBDes) yang tepat sasaran serta partisipasi aktif
warga.
"Pemerintah Desa tetap hadir mengalokasikan anggaran
sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku. Mulai dari dukungan untuk program
menabung, sumur terintegrasi BUMDes, hingga kelengkapan seragam Linmas
perempuan. Semua dikelola secara terbuka," tambah Barno.
Dengan diterimanya penghargaan Best Village Governance ini,
Barno berharap dapat terus memelihara semangat kebersamaan dan terus menjadi
inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Ponorogo khususnya dan Jawa
Timur.