Semarak Peringatan HSP ke-98 di Lapangan Banteng: Wali Kota Arifin Titipkan Lima Pilar Kebangsaan Kepada Kwarcab Jakarta Pusat

"Indonesiar Emas 2045 bukanlah hal yang mustahil jika generasi mudanya disiapkan dengan matang sejak hari ini. Dan dari tempat inilah, dari Jakarta Pusat, kita kembangkan potensi besar tersebut."
JAKARTA PUSAT — Gelaran Upacara Peringatan Hari
Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat yang dihelat
di Lapangan Banteng berlangsung sukses dan penuh khidmat. Bertindak
langsung sebagai Pembina Upacara adalah Wali Kota Administrasi Jakarta
Pusat, Drs. Arifin, M.A.P., sementara barisan upacara
dipimpin dengan gagah dan penuh wibawa oleh Kak Suprayogie.
Upacara akbar ini dihadiri oleh jajaran Forkopimko Jakarta
Pusat, para kepala suku dinas pengampu Satuan Karya (Saka)
Pramuka, para pembina, pelatih, serta ratusan anggota Pramuka
dari tingkat Penegak, Pandega, hingga Penggalang.Kehadiran para
anggota Pramuka Kwarcab Jakarta Pusat di tengah lapangan memberikan energi
tersendiri, merefleksikan kesinambungan api semangat perjuangan pemuda
1928 yang kini dikemas secara adaptif menghadapi tantangan zaman modern.
Dalam amanatnya yang berapi-api, Wali Kota Arifin
menyampaikan bahwa nilai-nilai dasar Sumpah Pemuda mulai dari
persatuan, ketangguhan, kebhinekaan, kesukarelaan, hingga
pengabdian memiliki korelasi yang sangat kuat dengan Dasa Darma dan ruh
kepanduan Pramuka. Beliau mengingatkan bahwa jika pemuda tahun 1928
berjuang melawan penjajah bersenjata, maka tantangan pemuda hari ini di
pusat peradaban perkotaan jauh lebih kompleks, seperti melawan
ketidakpedulian sosial, disinformasi, dekadensi
moral, perundungan, hingga isu kelestarian lingkungan. Oleh
karena itu,kehadiran Pramuka Jakarta Pusat dinilai sangat krusial sebagai garda
terdepan pembawa solusi.
Komitmen tersebut turut dikuatkan oleh pengurus Kwartir
Cabang Gerakan Pramuka Jakarta Pusat, Yudha Adyaksa. Saat ditemui
awak media di lokasi kegiatan, Yudha menegaskan bahwa momentum Hari Sumpah
Pemuda ke-98 ini harus dimanfaatkan oleh seluruh anggota Pramuka untuk keluar
dari zona nyaman seremonial dan beralih pada aksi nyata yang berdampak langsung
bagi masyarakat luas.
Sebagai penutup rangkaian upacara, Wali Kota Arifin
secara khusus menitipkan 5 (lima) poin arahan strategis bagi seluruh pemuda dan
anggota Pramuka di Jakarta Pusat:
- Pertama,
Menjadi Perekat Kebhinekaan: Mengingat Jakarta Pusat adalah rumah
bagi keberagaman, Pramuka harus konsisten menjadi pelopor toleransi
serta penangkal disinformasi pemecah belah bangsa.
- Kedua,
Menguasai IPTEK dan Inovasi: Mentransformasikan semangat Sumpah
Pemuda menjadi semangat belajar yang produktif demi mewujudkan generasi
berdaya saing global tanpa kehilangan akar budaya.
- Ketiga,
Memperkuat Kepedulian Sosial: Mewujudkan Dasa Darma Pramuka lewat
aksi nyata membantu sesama yang membutuhkan serta aktif menjaga
kelestarian lingkungan perkotaan.
- Keempat,
Meningkatkan Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi yang
solid bersama jajaran Forkopimko dan Suku Dinas pengampu Saka demi
melahirkan program kepemudaan yang berkelanjutan.
- Kelima,
Menjaga Integritas Diri: Menjauhi hal-hal destruktif seperti
tawuran, narkoba, dan perundungan dengan senantiasa memegang
teguh Tri Satya serta Dasa Darma Pramuka.